Selasa, 02 Juni 2015

PAI UMY_2013_Media Pembelajaran D_kel. 3



SKENARIO VIDEO
“DRAKOR DENGAN DUNIA PENDIDIKAN?”

Dosen Pengampu : Muh. Samsudin, S.Ag. M.Pd.
Asisten Dosen : Nida Nasuha S.Pd.I & Ratna Sari S.Pd.I

Disusun Guna Memenuhi Nilai Uji Kompetensi 3
Mata Kuliah Media pembelajaran



 




  



Disusun Oleh:
Kelompok 3 PAI D
Anifatul Mushlikhah (20130720168)
Lya Herdia Ningtyas (20130720187)
Nur Lailah Udin (20130720188)
Febrina Chaerani (20130720206)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2015

Senin, 27 April 2015

Analisis Jurnal 2


Jurnal dapat diakses di website ini.  


Judul                               : Factors Influencing the Achievement of Teachers of Islam Religion Education in Elementary Schools at Depok, West Java, Indonesia
Hasil gambar untuk guru pai 
Penulis                            : Darwyan Syah

Analisis Jurnal 1



Jurnal dapat anda lihat di website ini.


Hasil gambar untuk kepala sekolah cartoonJudul              : GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SMA MUHAMMADIYAH 3 TANGERANG

Penulis                                       : Meity Sukmawati

Jumat, 10 April 2015

Mengenal Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter adalah Salah satu hal yang sederhana karena kata ‘’karakter’’ adalah semua pengembangan diri siswa dalam interaksi belajar hingga awal dan berakhirnya proses pengajaran bisa tercapai pembentukan siswa yang berkarakter.
PendidikanKarakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.
Pendidikan karakter di sekolah sangat diperlukan, walaupun dasar dari pendidikan karakter adalah di dalam keluarga. Kalau seorang anak mendapatkan pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, anak tersebut akan berkarakter baik selanjutnya. Namun banyak orang tua yang lebih mementingkan aspek kecerdasan otak ketimbang pendidikan karakter.
Untuk itu cita-cita pendidikan seperti yang termaktub dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB II pasal 3 yang berbunyi:
“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk  berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Perlu diimplementasikan pada suatu lembaga pendidikan guna membangun karakter pada peserta didik baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun bangsa dan negara.
       
 
Fungsi Pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan, memperkuat potensi pribadi, dan menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Upaya pembentukan karakter dilakukan melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran dan kegiatan pengembangan diri yang dilakukan di kelas serta luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung-jawab dan sebagainya, dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah dan masyarakat.
Pendidikan karakter dapat berkembang dengan baik melalui budaya sekolah yang mendukung. Pembentukan budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan melalui serangkaian kegiatan: perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik, dan penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di tingkat sekolah adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di tingkat sekolah (KTSP), seperti menetapkan visi, misi, tujuan, struktur kurikulum, kalender akademik, penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk ahklak budi luhur.
Pendidikan karakter bukan merupakan mata pelajaran atau nilai yang diajarkan, tetapi lebih kepada upaya penanaman nilai-nilai baik melalui semua mata pelajaran, program pengembangan diri, dan budaya sekolah. Peta nilai yang merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran, sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI); melalui program pengembangan diri, seperti kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian. Perencanaan pengembangan Pendidikan Karakter ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik.